Berita Terkini
Sebelum melangkah pada praktik pemanfaatan pekarangan, fondasi pemahaman warga mengenai kesehatan harus dibangun terlebih dahulu. Berangkat dari semangat tersebut, Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) BEM Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang resmi menggelar kegiatan "Sekolah Herbal Masyarakat Tahap 1" di Balai Desa Pasigitan.
Pada pelaksanaan Tahap 1 ini, Tim PPK Ormawa BEM Untag Semarang memfokuskan materi pada dua pilar utama, yaitu Pengantar Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Khasiat Ilmiah Tanaman Obat Keluarga (Toga).
Dalam sesi pertama, mahasiswa mengajak warga untuk menyadari bahwa kesehatan herbal akan sia-sia jika tidak diimbangi dengan kebersihan diri dan lingkungan. Edukasi PHBS ditekankan pada kebiasaan-kebiasaan esensial skala rumah tangga. Sesi ini menjadi pengingat bagi warga bahwa lingkungan yang bersih adalah syarat mutlak sebelum pekarangan rumah disulap menjadi area penanaman obat herbal keluarga. Edukasi ini bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif bahwa lingkungan dan tubuh yang bersih adalah tameng pertama dalam menjaga kesehatan diri serta keluarga.
Setelah pemahaman tentang kebersihan dasar terbentuk, acara dilanjutkan dengan sesi kedua yang tak kalah menarik, yakni pengenalan Tanaman Obat Keluarga (Toga) melalui pendekatan ilmiah. Jika selama ini pemanfaatan tanaman herbal kerap didasarkan pada tradisi turun-temurun, Tim PPK Ormawa BEM Untag Semarang hadir untuk memberikan wawasan berbasis fakta (bukti klinis). Selain pengenalan senyawa aktif, mahasiswa juga mengedukasi warga mengenai takaran konsumsi yang aman serta metode pengolahan yang tepat. Hal ini sangat penting agar zat-zat berkhasiat di dalam tanaman herbal tidak rusak akibat proses perebusan atau pemanasan yang salah.
Sepanjang acara berlangsung, interaksi dua arah antara mahasiswa dan warga berjalan sangat aktif. Banyak warga yang antusias menceritakan pengalaman mereka menggunakan jamu tradisional dan berkonsultasi mengenai cara pengolahan herbal yang lebih higienis dan higienis.
Pemerintah Desa Pasigitan memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif edukasi dari mahasiswa Untag Semarang ini. Diharapkan, ilmu yang telah dibagikan dalam Sekolah Herbal Masyarakat Tahap 1 ini tidak hanya berhenti di ruang diskusi, tetapi dapat langsung diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari warga demi mewujudkan lingkungan desa yang sehat, bersih, dan berdaya.
Dipost : 10 Agustus 2026 | Dilihat : 41
Share :