Pasigitan - Berdayakan Garda Terdepan Kesehatan Desa, PPK Ormawa BEM Untag Semarang Latih Kader PKK dan Posyandu Olah Produk Herbal

Berdayakan Garda Terdepan Kesehatan Desa, PPK Ormawa BEM Untag Semarang Latih Kader PKK dan Posyandu Olah Produk Herbal

Rangkaian program pemberdayaan masyarakat oleh Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang terus berlanjut. Setelah sukses dengan edukasi dan fasilitas budidaya Tanaman Obat Keluarga (Toga), tim mahasiswa kini melangkah ke tahap hilirisasi melalui Pelatihan Pembuatan Produk Herbal. Menariknya, kegiatan kali ini dikemas dengan pendekatan yang lebih hangat dan membaur, yakni diselenggarakan langsung di salah satu rumah warga di Dusun Krajan. Pelatihan ini secara khusus menyasar para perempuan penggerak desa, yaitu ibu-ibu pengurus Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan kader Posyandu. 

Pemilihan kader PKK dan Posyandu sebagai peserta utama bukanlah tanpa alasan. Tim PPK Ormawa BEM Untag Semarang menyadari bahwa para kader ini merupakan garda terdepan dalam memantau dan menjaga kesehatan ibu, anak, serta keluarga di lingkungan desa. Dengan membekali mereka keterampilan mengolah tanaman herbal, diharapkan para kader dapat menjadi agen perubahan (agent of change) yang menyebarluaskan ilmu tersebut kepada warga lainnya. Selain itu, produk herbal olahan ini nantinya dapat dimanfaatkan sebagai penunjang gizi tambahan maupun minuman kesehatan yang dibagikan saat kegiatan Posyandu rutin.

Suasana kekeluargaan sangat terasa karena pelatihan dilakukan langsung di dapur dan area rumah warga. Dalam kegiatan ini, mahasiswa mendampingi para kader mempraktikkan cara mengolah hasil panen rimpang dan tanaman obat (seperti jahe, kunyit, temulawak, atau serai) menjadi produk turunan yang tahan lama dan praktis dikonsumsi. Pelatihan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kesehatan keluarga, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Produk herbal hasil olahan kader PKK dan Posyandu ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) khas desa. 

Pemerintah Desa Pasigitan menyambut baik inisiatif hilirisasi Toga ini. Ke depannya, diharapkan produk-produk herbal racikan ibu-ibu PKK dan Posyandu ini dapat dipasarkan secara lebih luas, sehingga mampu menambah pemasukan kas desa maupun meningkatkan perekonomian rumah tangga warga setempat.


Dipost : 22 Agustus 2026 | Dilihat : 5

Share :